Bunyi 'Krek' pada Bahu: Kenali dan Atasi

Suara "krek" atau gemeretak yang muncul saat menggerakkan bahu seringkali membuat kita khawatir. Fenomena bahu bunyi krek ini sangat umum dialami, baik saat mengangkat beban, meregangkan badan di pagi hari, atau sekadar menggerakkan lengan ke atas. Walaupun seringkali tidak berbahaya, bunyi ini bisa menjadi indikasi adanya hal yang perlu diperhatikan terkait kesehatan sendi dan otot kita.

Apa Penyebab Umum Bunyi 'Krek' pada Sendi Bahu?

Sendi bahu adalah sendi paling fleksibel di tubuh manusia, memungkinkannya bergerak dalam rentang yang luas. Bunyi krek yang terdengar seringkali disebabkan oleh beberapa faktor mekanis sederhana. Salah satu penyebab paling umum adalah pergerakan gelembung gas (nitrogen) yang terperangkap dalam cairan sinovial di dalam sendi. Ketika tekanan sendi berubah saat bergerak, gelembung ini pecah, menghasilkan suara 'klik' atau 'krek'.

Namun, penyebab lain yang lebih signifikan melibatkan struktur jaringan lunak. Ketidakseimbangan otot, di mana otot-otot tertentu terlalu kencang (tight) sementara yang lain terlalu lemah (weak), dapat menyebabkan tulang belikat (skapula) atau tulang lengan atas bergerak tidak sejajar (malalignment) saat rotasi. Ketidaksejajaran ini menyebabkan tendon atau ligamen bergesekan dengan struktur tulang, memicu bunyi tersebut. Jika bunyi disertai rasa nyeri, ini mungkin merupakan tanda awal ketegangan tendon, seperti impingement syndrome, atau, dalam kasus yang lebih jarang, masalah pada tulang rawan.

Sendi Bahu

Ilustrasi pergerakan sendi bahu yang menghasilkan suara.

Kapan Anda Harus Khawatir Mengenai Bahu Bunyi Krek?

Jika bunyi krek murni terjadi tanpa rasa sakit, umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Ini hanyalah mekanisme fisik normal. Namun, perhatian medis diperlukan jika bunyi tersebut disertai dengan gejala berikut:

Tips Pencegahan Sederhana: Lakukan peregangan ringan sebelum aktivitas berat dan pastikan postur tubuh Anda tegak saat duduk bekerja.

Strategi Mengatasi Ketegangan Otot Penyebab Bunyi

Mengatasi bahu bunyi krek yang disebabkan oleh ketegangan otot memerlukan pendekatan yang seimbang antara penguatan dan pelemasan. Fokus utama adalah memperbaiki stabilitas tulang belikat dan meningkatkan fleksibilitas rotator cuff. Latihan seperti 'wall slides' (merayap naik dinding) dan rotasi eksternal ringan menggunakan pita resistensi sangat dianjurkan.

Selalu utamakan gerakan yang terkontrol. Hindari gerakan tiba-tiba yang memaksa sendi menghasilkan bunyi tersebut. Jika Anda sering mengetik atau menggunakan komputer, pastikan tinggi kursi dan posisi monitor mendukung postur bahu yang netral—yaitu, bahu rileks ke bawah dan ke belakang, bukan membungkuk ke depan. Mengelola stres juga penting, karena stres seringkali tanpa sadar membuat kita menegangkat bahu.

Jika setelah beberapa minggu melakukan modifikasi aktivitas dan peregangan ringan bunyi krek disertai nyeri tetap ada, konsultasikan dengan fisioterapis. Profesional kesehatan dapat menganalisis pola gerakan spesifik Anda dan meresepkan program rehabilitasi yang lebih terarah untuk mengembalikan keseimbangan biomekanik bahu Anda secara aman dan efektif.

🏠 Homepage